Attention...!!!
Apabila link gak bisa dibuka, silakan klik pada Label yang tersedia yea...!!!
Showing posts with label Penyimpangan Semu Mendel. Show all posts
Showing posts with label Penyimpangan Semu Mendel. Show all posts

Epistasis dan Hipostasis (2)


Masih ingat kan pada percobaan Mendel yang menyilangkan tanaman ercis biji bulat warna kuning (BBKK)dengan ercis biji kisut warna hijau (bbkk),,,???!

Sekedar mengingatkan saja...pada persilangan tersebut diperoleh F1 dengan genotipe BbKk. Mendel kemudian menyilangkan F1 (BbKk) dengan sesamanya menghasilkan F2
F1       : BbKk >< BbKk
Gamet : BK, Bk, bK, bk
F2       :

  1. BBKK (bulat kuning)
  2. BBKk (bulat kuning)
  3. BbKK (bulat kuning)
  4. BbKk (bulat kuning)
  5. BBKk (bulat kuning)
  6. BBkk (bulat hijau)
  7. BbKk (bulat kuning)
  8. Bbkk (bulat hijau)
  9. BbKK (bulat kuning)
  10. BbKk (bulat kuning)
  11. bbKK (kisut kuning)
  12. bbKk (kisut kuning)
  13. BbKk (bulat kuning)
  14. Bbkk (bulat hijau)
  15. bbKk (kisut kuning)
  16. bbkk (kisut hijau)
Dari hasil F2 di atas diperoleh 9 macam genotipe dan 4 macam fenotipe dengan perbandingan fenotipe adalah 9 : 3 : 3 : 1.

Hal yang sama juga dilakukan oleh penyelidik lain yaitu Nelson dan Ehle yang menyilangkan tanaman gandum berkulit biji hitam (HHkk) dengan tanaman gandum berkulit biji kuning (hhKK) diperoleh F1 dengan genotipe HhKk (biji hitam).
F1 disilangkan sesamanya sehingga diperoleh F2 sebagai berikut.


  1. HHKK (hitam)
  2. HHKk  (hitam)
  3. HhKK  (hitam)
  4. HhKk  (hitam)
  5. HHKk (hitam)
  6. HHkk (hitam)
  7. HhKk  (hitam)
  8. Hhkk (hitam)
  9. HhKK (hitam)
  10. HhKk (hitam)
  11. hhKK (kuning)
  12. hhKk (kuning)
  13. HhKk (hitam)
  14. Hhkk (hitam)
  15. hhKk (kuning)
  16. hhkk (putih)
Dari hasil F2 di atas diperoleh 3 macam fenotipe dengan perbandingan adalah 12 hitam : 3 kuning : 1 putih.
Sifat hitam epistasis terhadap kuning sedangkan sifat kuning hipostasis terhadap sifat hitam.

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi panduan belajar biologi.
Salam biologi...!!!
Read more »»  

Epistasis dan Hipostasis (1)


Telah disebutkan sebelumnya bahwa epistasis dan hipostasis merupakan salah satu penyimpangan semu  yang terjadi pada hukum mendel yaitu pada persilangan dihibrid.
    Pada peristiwa dominansi, gen dominan menutupi ekspresi  gen resesif menjadi alelnya pada individu heterozigot. Akan tetapi kadang-kadang dapat terjadi dua gen yang berlainan yang bukan alelnya serta mempengaruhi bagian yang sama dari tubuh organisme, salah satu gen tersebut menutupi ekspresi gen yang lain. Gen yang menutupi ekspresi itulah yang disebut sebagai gen epistasis, sedangkan gen yang ditutupi ekspresinya disebut sebagai gen hipostasis.

    Peristiwa epistasis dan hipostasis telah ditelaah oleh Nelson dan Ehle dengan mencoba menyilangkan tanaman gandum yang kulit bijinya hitam (HHkk) dengan tanaman gandum yang kulit bijinya kuning (hhKK).
    Keturunan F1 semuanya berkulit biji hitam (HhKk). Dari susunan genotif pada F1 menunjukkan bahwa sifat warna biji hitam lebih dominan terhadap kuning.
     F1 disilangkan sesamanya menghasilkan F2 dan diperoleh perbandingan 12 hitam : 3 kuning : 1 putih.
    Jika perbandingan F2 diamati, merupakan perbandingan yang mirip dengan perbandingan pada persilangan dihibrid yaitu (9 + 3) : 3 : 1 sehingga dapat disimpulkan bahwa:

    • Sifat hitam dominan terhadap kuning
    • Sifat kuning dominan terhadap putih
    • Sifat hitam epistasis terhadap sifat kuning dan sifat kuning hipostasis terhadap hitam.

    Semoga uraian singkat ini bermanfaat dan bisa menjadi panduan belajar biologi.
    Salam biologi...!!!
        Read more »»  

        Penyimpangan Semu Hukum Mendel



        Seperti janji saya tempo hari,,kali ini saya akan membahas tentang penyimpangan  semu yang terjadi pada hukum mendel. Tanpa berpanjang kata, langsung aja ya...!!!


        Jadi...setelah peletakan dasar ilmu genetika dikemukakan oleh mendel menggugah minat para penyelidik  yang lain untuk membuktikan penemuan mendel tersebut. Mereka tidak hanya melakukan percobaan terbatas pada tumbuhan saja (kacang ercis) seperti yang dilakukan oleh mendel, akan tetapi terhadap berbagai macam tumbuhan dan hewan. Ternyata penemuan mendel berlaku secara umum, misalnya percobaan pada kacang-kacangan, padi-padian, tikus, ayam, dan lalat.

        Pada bahasan sebelumnya, penemuan mendel pada persilangan dihibrid pada F2 diperoleh perbandingan fenotipe 9 : 3 : 3 : 1, akan tetapi oleh penyelidik lain menemukan ada beberapa penyimpangan misalnya dipeoleh perbandingan 12 : 3 : 1 atau 9 : 3 : 4.
        Apabila dikaji lagi, perbandingan itu merupakan gabungan beberapa angka perbandingan yang semula dikemukakan mendel seperti (9 + 3) : 3 : 1 = 12 : 3 : 1 atau 9 : 3 : (3 + 1) = 9 : 3 : 4.
        Penyimpangan-penyimpangan itu mereka sebut sebagai penyimpangan semu hukum mendel.

        Di bawah ini ada beberapa contoh penyimpangan semu hukum mendel, sebagai berikut:
        1. Epistasis dan Hipostasis
        2. Interaksi beberapa pasangan alela
        3. Polimeri
        4. Kriptomeri.

        Semoga uraian singkat ini bermanfaat dan bisa menjadi panduan belajar biologi.
        Salam biologi...!!!
        Read more »»