Attention...!!!
Apabila link gak bisa dibuka, silakan klik pada Label yang tersedia yea...!!!
Showing posts with label Genetika. Show all posts
Showing posts with label Genetika. Show all posts

Gambar Struktur Kromosom dan Bagiannya

Sepertinya sudah cukup lama saya vakum di dunia blogging, update terakhir aja pada bulan Oktober lalu. Mengingat aktivitas yang bejubel yang menyita ruang dan waktu saya sehingga selama sebulan ini, blog ini menjadi rada terbengkalai.

Meskipun selama sebulan ini rada vakum, namun setiap saat saya selalu menyempatkan untuk sekedar menengok dan mengintip perkembangan blog ini dengan mengecek stats blog ini setiap ada kesempatan. Saya menemukan ada beberapa pencarian dengan kata kunci "search keyword" dari sobat-sobat. Salah satu keyword yang menarik banget bagi saya untuk saya share dan saya publish disini yaitu tentang gambar struktur kromosom dan bagiannya.

Berikut ini beberapa gambar struktur kromosom dan bagiannya yang dimaksud.

Gambar 1. Kromosom merupakan bagian dari nukleus (inti sel).


 
Gambar 2.a. Segmen kromosom

 
Gambar 2.b. Segmen kromosom

(Mohon maaf kepada sobat-sobat yang merasa memiliki hak cipta asli terhadap gambar-gambar di atas karena saya menggunakan gambar tersebut tanpa seizin sobat, karena terus terang saya tidak tahu sumbernya yang jelas.) dengan tujuan berbagi ilmu pengetahuan sebagai upaya mencerdaskan anak-anak bangsa.

Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai panduan belajar biologi.
Read more »»  

Perubahan Penggandaan Kromosom (Aneuploidi)

Pembahasan kali adalah masih sekitar mutasi tepatnya mutasi kromosom.

Pada pembahasan sebelumnya bahwa mutasi kromosom dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti kerusakan kromosom dpat sobat intip disini. dapat juga disebabkan oleh adanya perubahan set kromosom, sobat bisa intip disini juga.

Selain sebab-sebab di atas, mutasi kromosom dapat pula disebabkan karena adanya perubahan penggandaan pada kromosom. Perubahan jumlah kromosom tidak saja pada perubahan set genom, tetapi juga terjadi perubahan berupa pengurangan atau penambahan kromosom tunggal. Individu yang mengalami pengurangan atau penambahan kromosom tunggal disebut aneuploidi.

Untuk beberapa tipe aneuploidi dapat sobat amati seksama di bawah ini.


Aneuploidi








Tipe Jumlah Kromosom Contoh





Disomi (normal) 2n AA BB CC
Monosomi 2n - 1 A B C
Nulisomi 2n - 2
BB CC
Trisomi 2n + 1 AAA BB CC
Trisomi ganda 2n + 1 + 1 AAA BBB CC
Tetrasomi 2n + 2 AAAA BB CC
Pentasomi 2n + 3 AAAAA BB CC
Hexasomi 2n + 4 AAAAAA BB CC
dst.





Contoh-contoh aneuploid pada manusia:

Sindrom Down’s
Ciri-ciri penderita Sindrom Down’s yaitu:  tubuh pendek dan mental terbelakang.
Penderita penyakit ini mempunyai kelebihan satu buah kromosom pada kromosom nomor 21, dan kromosomnya ditulis 2n + 1, disebut juga sebagai tipe trisomi (dapat sobat lihat pada tabel aneuploidi).
Terjadinya abnormal pada kromosom tersebut disebabkan karena adanya peristiwa nondisjunction pada meiosis kedua (seperti pada gambar).

Hal ini mengakibatkan ada gamet yang memiliki kedua homolog dan ada gamet yang tidak memiliki kromosom tersebut. Apabila terjadi penggabungan dengan gamet normal, maka akan diperoleh individu yang trisomi (2n + 1) dan monosomi (2n - 1).

Sindrom Klinifelter
Orang yang menderita sindrom ini pada umumnya mempunyai 22 pasang autosom ditambah kromosom seks XXY sehingga genotifnya adalah 22AA + XXY yang berasal dri gamet nondisjunction (22A + XY) dan gamet normal (22A + X).
Parental
22AA + XY
22AA + XY
Gamet

22A + XY
(abnormal)

22A + X
(normal)
F1
22 AA + XXY

atau dari penyatuan gamet nondisjunction (22A + XX) dan gamet normal (22A + Y).
Parental
22AA + XX
22AA + XY
Gamet

22A + XX
(abnormal)

22A + Y
(normal)
F1
22 AA + XXY
Sindrom klinifelter tidak menutup kemungkinan juga memiliki 22 pasang autosom ditambah XXXY atau XXXXY namun hal ini jarang terjadi.
Penderita (fenotip) sindrom klinifelter adalah laki-laki dengan kecenderungan seperti wanita yaitu dada membesar, paudara tumbuh, rambut badan tidak berkembang, kelenjar prostat kecil, dan mental terbelakang. Karena testis tidak tumbuh, penyakit ini sering juga disebut testicular dysgenesis.

Sindrom Turner
Inidividu yang menderita sindrom ini memiliki 22 pasang autosom ditambah satu X sehingga disebut monosomi (2n – 1)
Fenotipnya adalah wanita dengan perkembangan seks yang terhambat, steril, tubuh pendek, payudara tidak tumbuh seperti biasa wanita, tidak haid, jaringan jantung yang abnormal, dan pendengaran tidak sempurna.

Sindrom Edward
Individu Sindrom Edward adalah trisomi pada kromosom autosom nomor 16 17,, atau 18, dapat juga terjadi penambahan pada kromosom seks 22AA + XXX (wanita) atau pun 22AA + XYY (laki-laki).

Sindrom Patau
Individu Sindrom Patau adalah trisomi pada kromosom autosom nomor 13, 14, atau 15. Sindrom ini jarang sekali ditemukan karena umumnya mati beberapa jam/hari setelah kelahirannya.  Individu penderita sindrom ini tuli, terdapat kelainan jantung, kantong empedu besar, pertumbuhannya terhambat dan lemah, dan mental terbelakang.

Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai panduan belajar biologi.

Read more »»  

Perubahan Set Kromosom

Materi yang akan saya bahas masih sekitar pembahasan kita sebelumnya, yaitu tentang mutasi kromosom. Istilah ilmiahnya adalah aberasi. Mutasi kromosom dapat disebabkan oleh adanya kerusakan struktur kromosom, dapat juga disebabkan karena terjadinya perubahan set kromosom, maupun perubahan dalam hal penggandaan kromosom. Pada kesempatan ini saya akan membahas mutasi kromosom yang disebabkan oleh perubahan set kromosom.

Secara umum mahluk hidup mempunyai jumlah kromosom yang diploid (2n). Akan tetapi meskipun demikian, terdapat beberapa pengecualian pada beberapa tanaman pangan hortikultura maupun pada tanaman penyejuk mata yang estetis (tanaman hias) yang sangat berguna bagi manusia memiliki jumlah kromosom yang lebih dari umumnya misalnya tetrahaploid (4n) dan hexaploid (6n). Gejala seperti ini disebut euploidi. Euploidi adalah keragaman jumlah set kromosom pada berbagai mahluk hidup.


Di bawah ini beberapa contoh macam-macam euploidi disertai dengan jumlah kromosom homolog serta contoh genotifnya.

Tabel Euploidi


Euploidi
Jumlah kromosom homolog (n)
Contoh
Monoploidi
Satu (n)
A
B
C
Diploidi
Dua (2n)
AA
BB
CC
Triplodi
Tiga (3n)
AAA
BBB
CCC
Tetraploidi
Empat (4n)
AAAA
BBBB
CCCC
Pentaploidi
Lima (5n)
AAAAA
BBBBB
CCCCC
Hexaploidi
Enam (6n)
AAAAAA
BBBBBB
CCCCCC
dst
dst
dst



Pada tabel di atas disebut monoploidi apabila memiliki satu kromosom (haploid = n). Individu yang monoploidi seperti ini biasanya bersifat steril (mandul).
Sobat tau gak kenapa bisa terjadi hal seperti ini ?
Padahal individu yang demikian berasal dari induk yang diploid (2n) lho sob...!!!
Hal ini disebabkan karena pada proses penyerbukan, sel telur mengalami perkembangan sebelum dibuahi (bersatu) oleh sel dengan sperma. Tanaman induk yang diploid tentu saja akan menghasilkan keturunan (generasi) yang haploid dengan satu n (monoploidi).
Sebaliknya jika individu yang diploid (2n dengan dua set kromosom) dapat berubah menjadi poliploidi (memiliki set kromosom lebih dari dua set kromosom).

Poliploidi dibagi menjadi dua yaitu:
1. Autopoliplodi, apabila peristiwa poliploidi terjadi pada spesies (jenis) yang sama.
2. Allopoliploidi, apabila peristiwa poliploidi terjadi pada spesies (jenis) yang berbeda.

Mengapa terjadi autopoliploidi ?
Autopoliploidi terjadi karena kegagalan pada proses mitosis, penggandaan jumlah kromosom yang diikuti oleh pembelahan mitosis dan pembentukan jaringan poliploidi serta penggunaan kolkisin yang mencegah pembentukan serabut gelendong. Tidak terbentuknya serat gelendong mengakibatkan kromosom tidak dapat memisah pada proses mitosis tepatnya pada tahap anafase.
Hmmm...gak terasa udah larut malam ne sob, kita lanjutkan belajar biologinya dilain kesempatan dengan topik yang berbeda.

Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai panduan belajar biologi.

Read more »»  

Sebab-Sebab Berubahnya Struktur Kromosom

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa mutasi adalah peristiwa perubahan sifat yang baka pada organisme yang diwariskan pada keturunan berikutnya.

Ayo siapa yang masih ingat sebab terjadinya mutasi ???

Mutasi terjadi karena adanya perubahan pada materi genetik baik itu pada tingkat DNA, gen maupun pada kromosom. Mutasi yang terjadi karena adanya perubahan pada tingkat DNA sudah saya bahas pada materi sebelumnya yaitu pada pembahasan tentang Mutasi Gen, dan kali ini saya akan membahas tentang mutasi yang disebabkan oleh adanya perubahan (kerusakan) pada kromosom.

Mutasi kromosom atau aberasi adalah mutasi yang disebabkan oleh adanya perubahan struktur kromosom. Mutasi ini juga sering disebut sebagai mutasi besar karena mutasi ini dapat berakibat luar biasa atau berakibat sangat fatal jika perubahan tersebut menyangkut perubahan kromosom.

Sama halnya dengan DNA, kromosom pun dapat mengalami perubahan karena mengalami kerusakan, perubahan set maupun perubahan dalam hal penggandaannya.

Yuk sama-sama kita tela'ah sebab-sebab terjadinya perubahan struktur kromosom...!!!

Sebab terjadinya perubahan struktur kromosom

1. Delesi

Benang kromosom dapat mengalami peristiwa pematahan atau terputus tanpa sebab yang jelas. Pematahan (pemutusan) pada ujung kromosom dapat menyebabkan bagian ujung tersebut hilang. Hal ini tentu saja mengakibatkan kromosom tersebut akan kehilangan satu atau beberapa gen. Selain itu, pematahan dapat juga terjadi pada dua tempat sehingga patahan tersebut hilang juga karena terlepas. Kromosom yang tersisa akan mengadakan penyambungan dengan ujung yang lain sehingga bersambung kembali. Peristiwa inilah yang disebut sebagai delesi (defisiensi).
Delesi dapat juga diartikan sebagai kromosom yang kehilangan bagiannya. Untuk lebih jelasnya peristiwa delesi sobat dapat lihat pada gambar di bawah ini.



Pada gambar sebelah kiri tanda panah merupakan kromosom normal sedangkan setelah tanda panah menggambarkan delesi.

Pada gambar di atas dapat sobat amati (panah arah atas) bahwa pada kromosom menunjukkan adanya patahan dan huruf besar (kapital) (A B C D E...) menunjukkan bagian atau segmen yang menyusun sebuah kromosom, tiap bagian terdiri atas sejumlah gen. Pada gambar pertama terdapat dua patahan (kromosom akan kehilangan segmen D), sedangkan gambar ke dua terdapat satu patahan pada ujung kromosom yaitu segmen A.


2. Duplikasi

Bagaimana halnya apabila pematahan dua kromatid pada lokus yang berbeda diikuti dengan pertukaran bahan dan penggabungan kembali kromatid tersebut ?

Yuk, kita simak penjelasan berikut ini.

Apabila terjadi pematahan dua kromatid pada lokus yang berbeda diikuti dengan pertukaran bahan dan penggabungan kembali kromatid, maka akan diperoleh satu kromatid dengan delesi dan yang lain dengan duplikasi (penambahan bahan kromosom).


3. Inversi

Inversi terjadi pada tahap pembelahan sel pada saat kromosom berpilin pada tahap profase, terjadi pematahan kromosom pada dua tempat dan terjadi penyisipan atau penyambungan kembali pada kromosom yang sama sehingga diperoleh susunan yang terbalik. Peristiwa inversi dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.


Pada gambar di atas terjadi pematahan (sobat perhatikan tanda panah) pada kromosom no. 3 dan no. 7. Akan tetapi kemudian terjadi penyisipan kembali oleh kromosom yang patah tersebut sehingga susunannya nomornya menjadi 1 2 3 6 5 4 7 8. Untuk sobat ketahui bahwa susunan sebelum terjadi pematahan adalah 1 2 3 4 5 6 7 8.


4. Translokasi

Translokasi terjadi apabila terjadi pematahan pada bagian kromosom, dan bagian yang patah tersebut pindah ke kromosom yang lain yang bukan homolognya. Apabila bagian yang patah saling tertukar, disebut translokasi resiprok, dan translokasi resiproklah yang paling sering terjadi sebagai akibat munculnya mutasi kromosom.





Pematahan terjadi pada tanda panah. Patahan kromosom nomor 1 (AB) berpindah ke kromosom nomor 2. Hasil translokasi resiproknya dapat sobat lihat pada kromosom nomor 4, dan sisa patahannya (CDE) bergabung dengan patahan kromosom nomor 2 (v). Hasil translokasi resiproknya dapat sobat lihat pada kromosom nomor 3. Sedangkan sisa patahan kromosom nomor 2 (wx) bergabung dengan patahan kromosom nomor 1 dan hasil translokasi resiproknya dapat sobat lihat pada kromosom nomor 4.

Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai panduan belajar biologi.

Read more »»  

Mutasi Gen

Seperti yang telah saya bahas sebelumnya, mutasi gen (mutasi titik) disebabkan karena adanya perubahan pada materi genetik yaitu DNA (Deoxiribose Nucleic Acid). Materi genetik ini (DNA, gen, dan kromosom) dianggap bersifat baka karena tidak akan pernah berubah. Akan tetapi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh ilmuan seperti Morgan, menemukan bahwa materi genetik tersebut ternyata dapat mengalami perubahan. Penemuan spektakuler ini meruntuhkan teori sebelumnya (materi genetik bersifat baka). Meskipun demikian, perubahan itu jarang sekali terjadi, bahkan tidak berarti karena hanya menimbulkan variasi kecil saja.

DNA atau yang sering juga disebut sebagai asam deoxiribosa nukleat merupakan materi genetik yang berbentuk pita berpilin ganda atau double helix dari polinukleotida (seperti yang tampak pada gambar di atas). Materi ini dapat mengalami perubahan, baik itu dalam bentuk penambahan maupun pengurangan nukleotida. Penambahan dan pengurangan inilah yang menyebabkan perubahan urutan pada rantai polinukleotida DNA.

Misalkan diketahui susunan triplet nukleotida dalam gen yang normal
S A T - S A T - S A T - S A T - S A T - S A T, ... dst

Contoh penambahan nukleotida:
S A T - G S A - T S A - T S A - T S A - T S A , ... dst

Contoh pengurangan nukleotida:
S A T - S A T - S T S - A T S - A T S - A T S, ... dst

Perubahan di atas saya ketik sebagai warna biru untuk membedakan dengan nukleotida yang lain. Pada peristiwa penambahan nukleotida dapat sobat amati bahwa G (guanin) dari basa purin sebagai penambahan. Otomatis dengan adanya penambahan G tersebut, urutan rantai nukleotida menjadi berubah (S A T menjadi T S A). Sedangkan pada peristiwa pengurangan di atas, yang berkurang adalah A (adenin) dari basa purin juga. Dengan adanya pengurangan A, urutan rantai nukleotida yang sebelumnya S A T menjadi A T S.

Perubahan urutan rantai nukleotida ini juga akan diikuti oleh perubahan kodon pada RNA duta (mRNA). Perubahan kodon mRNA diikuti oleh perubahan asam amino essensial serta jenis protein yang akan dibentuk. Rangkaian akibat tersebut terjadi apabila DNA melakukan kegiatan transkripsi dalam rangka sintesis protein untuk mengontrol aktivitas sel-sel dalam tubuh.

Misalnya suatu DNA normal tersusun atas tiga nukleotida secara berurut dengan simbol S S S. Apabila satu pasang nukleotida tersebut berubah (penambahan) misalnya menjadi T S S, maka susunan kode pada mRNA akan menjadi A G G (seharusnya adalah G G G). Adanya perubahan kodon ini akan menyebabkan perintah sintesis protein (asam amino essensial) yang disusun pada polipeptida adalah Arginin, bukan Glysin.

Selain karena hal di atas, mutasi gen juga dapat disebabkan karena adanya kesalahan replikasi. Replikasi adalah cara DNA memperbanyak diri.

Kenapa ???

...karena dengan adanya penambahan maupun pengurangan nukleotida, otomatis akan diikuti perubahan pasangan nukleotida sehingga proses replikasi akan menghasilkan DNA seperti DNA yang baru dan DNA yang baru inilah yang akan diwariskan pada sel-sel berikutnya. Bila hal ini terjadi pada sel kelamin, tentu saja akan diwariskan pada keturunan generasi berikutnya.


Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai panduan belajar biologi.

Read more »»  

Mutasi

Beberapa pekan gak update blog ini lama sekali rasanya karena berbagai kesibukan, dan kagetnya interface blogger sudah banyak sekali perubahannya. Agak kaku juga sih, tapi berada di interface yang baru ini jauh lebih enjoy karena serasa halamannya lebih luas gitu dah. Hmmmm...saya jauh sekali tertinggal dan harus lebih banyak belajar lagi untuk menyesuaikan diri. Istilah biologinya adaptasi gitu...!!!


Ya, sesuai judul di atas, kali ini saya akan menyenggol materi tentang mutasi.

Saya memilih kata menyenggol karena pada bahasan ini hanya sekilas tentang mutasi, dan untuk lebih jelasnya (macam-macam mutasi, dll) akan saya bahas pada sesi yang berbeda.

Tentunya sobat pernah pernah mendengar, membaca atau pun mempelajari tentang mutasi baik di SMP maupun di SMA. Buat sobat yang merasa istilah mutasi ini baru, sobat tidak salah berkunjung ke blog ini.


Mutasi adalah Peristiwa perubahan sifat yang baka yang bukan sebagai akibat persilangan. Mutasi dapat juga diartikan sebagai perubahan genetik pada organisme yang diwariskan pada keturunannya.
Orang yang terkena mutasi disebut mutan, sedangkan penyebab mutasi disebut mutagen.

Pengetahuan tentang peristiwa mutasi ini berawal dari eksperimen Morgan yang diadakan pada tahun 1910 terhadap lalat buah (Drosophila melanogaster). Ia menemukan ada lalat buah jantan bermata putih diantara sejumlah besar lalat buah jantan bermata merah. Sifat fenotif lalat jantan bermata putih merupakan pemunculan sifat baru. Sifat baru tersebut disebabkan oleh adanya perubahan struktur genetik yang diturunkan oleh generasi sebelumnya (tetua).

selain terjadi pada lalat buah, di sekitar kita, banyak juga contoh-contoh mutasi baik itu yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan maupun hewan dan manusia, seperti:
1.  Pada tumbuh-tumbuhan misalnya poliploidi, yaitu mutasi yang menyebabkan buah dengan ukuran raksasa,
2.   Penyakit sickle cell terjadi pada manusia, merupakan penyakit kelainan pada eritrosit yang berbentuk bulan sabit,
3.    Down's syndrom yaitu penyakit kemunduran kecerdasan. Dll.

Menurut Morgan, peristiwa mutasi ini terjadi karena adanya perubahan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan kromosam. Mutasi yang disebabkan oleh adanya perubahan DNA disebut mutasi gen (mutasi titik). Mutasi gen atau mutasi titik ini juga lebih dikenal sebagai mutasi saja. Sedangkan mutasi yang menyebabkan perubahan kromosom disebut mutasi kromosom (aberasi). Untuk lebih lengkap tentang kedua mutasi ini juga akan saya bahas pada sesi yang lebih khusus dan spesifik.
Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai panduan belajar biologi.


Read more »»  

Golongan Darah Mematikan

Di dalam mempelajari genetika khususnya materi golongan darah ada sistem golongan darah yang ke empat "Golongan Darah Mematikan"? Hasil penelitian terbaru kah? Penasaran neh dengan sistem golongan yang ini. Padahal, seperti yang sudah kita ketahui bersama dan juga sudah saya uraikan sebelumnya, penggolongan darah pada manusia maupun hewan itu cuma didasarkan pada tiga sistem yaitu:
  1. Golongan darah berdasarkan sistem ABO
  2. Golongan darah berdasarkan sistem MN, dan
  3. Golongan darah berdasarkan sistem Rh.
----->  Lalu yang ini ????  <-----

Jangan terkecoh sobat...!

Pada edisi kali ini yang akan dibahas adalah golongan darah yang berkaitan erat dengan penggolongan darah  yang nomor 3 yaitu berdasarkan sistem Rh. Apabila di dalam eritrosit ditemukan adanya antigen Rh maka bergolongan darah Rh positif (Rh+), sebaliknya apabila di dalam eritrosit tidak ditemukan adanya antigen Rh maka bergolongan darah Rh negatif (Rh-). Kemampuan pembentukan antigen ini ditentukan oleh gen dominan R dengan individu golongan darah Rh positif (Rh+) bergenotif RR atau Rr, sedangkan individu golongan darah Rh negatif (Rh-) bergenotif rr.

Dalam keadaan normal, darah manusia tidak akan membentuk antibodi anti terhadap antigen Rh, akan tetapi seandainya suatu saat terjadi transfusi darah dari donor golongan darah Rh positif (Rh+) ke resipien (penerima) golongan darah Rh negatif (Rh-), maka darah resipien secara otomatis akan membentuk anti terhadap Rh karena Rh dianggap sebagai "benda asing" pada sistemnya. Lama kelamaan akan terjadi peningkatan jumlah zat anti di dalam eritrosit sebagai akibat sel darah setiap waktu terduplikasi (membelah). Peningkatan jumlah zat anti ini dapat berakibat menggumpalkan antigen Rh. Jika seandainya kejadian serupa menimpa sobat (sebagai resipien), maka pada kegiatan transfusi darah berikutnya dapat berdampak mematikan bagi sobat. Ihhhh...serem juga ya mendengar kata mematikan?

Na'udzubillahi min dzalik... ...!!!

Tapi saya berharap, ilustrasi di atas tidak membuat sobat untuk melakukan transfusi darah. Insyaallah jika dengan prosedur yang benar dan bukan mall praktek, hidup sobat akan aman-aman saja saya do'akan (do'a bulan Ramadhan khan ijabah ...

Ada lagi masalah yang lain. Bagaimanakah nasib ibu yang sedang hamil dan bayinya (fetus) memiliki golongan darah Rh berbeda?
Misalkan si ibu mempunyai golongan darah Rh- dan setelah diteliti si fetus bergolongan darah Rh+. Mendekati masa-masa persalinan sedikit tidaknya akan terjadi kontraksi otot. Dalam masa seperti ini, tidak menutup kemungkinan akan ada pembuluh darah (kapiler) di sekitar plasenta pecah. Darah yang akan mengalir/merembes ke dalam pembuluh darah si ibu. Si fetus yang bergolongan darah Rh+ mempunyai antigen Rh di dalam eritrositnya. Antigen ini kemudian akan merangsang tubuh si ibu membentuk zat anti Rh di dalam serumnya. Darah si ibu yang mengalir kembali ke tubuh si fe menjadi mempunyai zat anti Rh tersebut. Kejadian ini masih bersifat baik (tidak menyebabkan kematian pada fetus) karena pembentukan zat anti Rh terjadi secara perlahan-lahan di dalam tubuh si ibu.

Masalah akan timbul apabila si ibu mengalami kehamilan berikutnya.
Sobat pernah dengar peribahasa ini khan?

"Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit".

Pada alinea di atas yang saya tandai dengan tulisan biru bergaris bawah, pembentukan zat anti Rh terjadi secara perlahan-lahan di dalam tubuh si ibu, dalam penantian masa yang relatif lama si ibu hamil lagi. Disini berarti sudah terjadi penumpukan zat anti Rh yang relatif banyak. Apabila pada kehamilan ini, si fetus begolongan darah Rh+ lagi, maka zat anti yang dialirkan ke tubuh fetus menjadi relatif banyak. Bayi yang terlahir akan mengalami anemia yang hebat karena terjadi hemolisis eritrosit disebut erythroblastosis foetalis.


Vital sign erythroblastosis foetalis:
  • Terdapat bercak-bercak merah pada sekujur tubuh bayi karena sel eritrositnya rusak sehingga menyumbat pembentukan darah dalam hati.
  • Tubuh bayi berwarna kuning karena penyumbatan di atas menyebabkan masuknya cairan empedu masuk ke pembuluh darah.
Saya jadi teringat dengan almarhumah si bayi mungil Bilqies (memori saya lemah banget, tidak begitu mengingat nama anak itu)... semoga keluarganya diberi ketabahan, amiin ya rabbal aalamiin.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dibidang kedokteran, telah dikembangkan serum yang dapat mencegah "penderitaan" bayi pada kehamilan ke dua (anak ke dua). Serum tersebut harus disuntikkan pada si ibu pasca melahirkan kelahiran anak pertama. Merupakan serum yang mengandung zat yang dapat memusnahkan antigen Rh yang dimiliki oleh fetus sebelum merangsang pembentukan zat anti rh di dalam tubuh si ibu.
So, dapat digaris bawahi bahwa setiap kehamilan ibu yang bergolongan darah Rh- menyebabkan peningkatan zat anti Rh dari fetus yang bergolongan darah+.
Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai panduan belajar biologi.

Read more »»  

Golongan Darah Rh

Golongan darah pada manusia dan hewan (mamalia) yang memiliki eritrosit adalah relatif sama. Eritrosit adalah nama lain dari sel darah merah. Lagi-lagi darah merah.
Kenapa mesti darah merah sih?
Karena di dalam darah merahlah tempat ditemukannya antigen yang menentukan golongan darah manusia maupun hewan, dan antigen dikendalikan oleh gen yang berada di dalam kromosom autosom.
Saya gak tau pasti bagaimana halnya dengan hewan yang tidak memiliki darah merah seperti belalang... .

Sebelumnya saya pernah membahas tentang golongan darah ABO, golongan darah MN, dan kali ini saya masih punya satu lagi pembahasan tentang penggolongan golongan darah yaitu golongan darah yang didasarkan pada sistem Rh. Waaaahhh, ada istilah baru lagi ne.

Rh itu apa ya?

Asal muasal huruf Rh diadopsi dari nama jenis kera Rhesus yang dipergunakan oleh Landsteiner dan Wiener dalam penelitiannya pada tahun 1940. Kolaborasi penelitian dengan Wiener inilah, Landsteiner menemukan antigen jenis baru sehingga oleh mereka penemuan golongan darah pada kera tersebut dinamakan golongan darah Rh.

Ilmuwan seperti Landsteiner dan Wiener tidak berhenti sampai disini saja. Mereka kemudian melakukan penelitian lanjut pada darah manusia. Disinilah kemudian diungkapkan bahwa antigen Rh yang ditemukan pada kera rhesus, ditemukan pula pada eritrosit manusia.

Golongan darah Rh dibagi menjadi dua, yaitu :
  1. Golongan darah Rh positif (Rh+)
  2. Apabila di dalam eritrosit sobat ditemukan adanya antigen baru tersebut, maka sobat dikatakan bergolongan darah Rh+.
  3. Golongan darah Rh negatif (Rh-)
  4. Apabila di dalam eritrosit sobat tidak ditemukan adanya antigen baru tersebut, maka sobat dikatakan bergolongan darah Rh-.
Menurut penelitian yang sumbernya tidak jelas (tapi insyaallah bisa dipercaya ) bahwa sekitar 85% penduduk di muka bumi ini bergolongan darah Rh+. Jadi cukup beralasan jika saya beropini bahwa golongan darah pada manusia dan hewan (mamalia) yang memiliki eritrosit adalah relatif sama.

Kemampuan pembentukan antigen Rh di dalam eritrosit ditentukan oleh adanya faktor gen dominan R. Orang yang bergolongan darah Rh+ mempunyai susunan genotif RR atau Rr, sedangkan orang yang bergolongan darah Rh- mempunyai susunan genotif rr.

Lalu bagaimanakah kemungkinan pewarisan sifat golongan darah parental kepada filiusnya yang didasarkan pada sistem Rh?
Mudah-mudahan ilustrasi yang saya sajikan pada tabel di bawah ini dapat mempertajam pemahaman sobat.

No.
Parental
Genotif
Gamet
Filius
Golongan Darah
Persentase
1.
Ayah
Rh+
RR
R
Rr
Rh+
100%

Ibu
Rh-
rr
r
2.
Ayah
Rh+
Rr
R, r
Rr
Rh+
50%

Ibu
Rh-
rr
r
rr
Rh-
50%

Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai panduan belajar biologi.


Read more »»  

Golongan Darah MN

Penggolongan darah pada manusia maupun hewan selain dengan sistem ABO, juga dapat digolongkan berdasarkan sistem MN. Hal ini didasarkan pada hasil penemuan antigen baru oleh K. Landsteiner dan P. Levine pada tahun 1927 pada eritrosit. Antigen ini oleh Landsteiner dan Levin diberi nama antigen M dan antigen N. Sama halnya dengan sistem ABO, apabila di dalam eritrosit sobat terdapat antigen M maka golongan darah sobat disebut golongan darah M, apabila di dalam eritrosit sobat terdapat antigen N maka golongan darah sobat disebut golongan darah N, dan apabila sobat memiliki kedua antigen tersebut (MN) maka sobat bergolongan darah MN.

Jika pada sistem ABO saya menggunakan lambang I, maka pada penjabaran sistem MN ini saya akan menggunakan huruf L sebagai simbol/lambang untuk penulisan genotif, merupakan huruf yang diambil dari huruf awal Landsteiner.

Di dalam eritrosit, antigen M dan N dikendalikan oleh sebuah gen yang memiliki alela ganda, yaitu alela LM yang mengendalikan antigen M dan alela LN yang mengendalikan antigen N. Pada penggolongan darah MN ini tidak terdapat dominansi antara alela LM dan alela LN, artinya apabila seseorang memiliki kedua antigen tersebut (M dan N) maka orang itu bergolongan darah MN.

Untuk pewarisan golongan darah MN parental kepada filiusnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

No.
Parental
Genotif
Gamet
Filius
Golongan Darah
Persentase
1.
Ayah
MN
LM LN
LM,  LN
LM LM
M
25%

Ibu
MN
LM LN
LM,  LN
2 LM LN
2 MN
50%





LN LN
N
25%
2.
Ayah
MN
LM LN
LM,  LN
LM LN
MN
50%

Ibu
N
LN LN
 LN
LN LN
N
50%

Bagaimana halnya dengan transfusi darah ?

Don't worry be happy...!!!

Sobat masih bisa melakukan transfusi darah kok. Misalnya sobat bergolongan darah M pada sistem MN. Sobat tetap dapat melakukan atau pun mendonorkan darah sobat ke orang yang bergolongan darah M, N, dan atau pun MN. Kenapa demikian ?

Karena di dalam plasma darah tidak terbentuk zat anti-M atau zat anti-N sehingga tidak akan pernah terjadi bahaya aglutinasi (penggumpalan darah). Jadi aman-aman saja khan ?!

But...dalam kasus seperti ini, golongan darah sistem ABO harus tetap diperhatikan.

Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan panduan belajar biologi.
Read more »»