Attention...!!!
Apabila link gak bisa dibuka, silakan klik pada Label yang tersedia yea...!!!

Golongan Darah Rh

Golongan darah pada manusia dan hewan (mamalia) yang memiliki eritrosit adalah relatif sama. Eritrosit adalah nama lain dari sel darah merah. Lagi-lagi darah merah.
Kenapa mesti darah merah sih?
Karena di dalam darah merahlah tempat ditemukannya antigen yang menentukan golongan darah manusia maupun hewan, dan antigen dikendalikan oleh gen yang berada di dalam kromosom autosom.
Saya gak tau pasti bagaimana halnya dengan hewan yang tidak memiliki darah merah seperti belalang... .

Sebelumnya saya pernah membahas tentang golongan darah ABO, golongan darah MN, dan kali ini saya masih punya satu lagi pembahasan tentang penggolongan golongan darah yaitu golongan darah yang didasarkan pada sistem Rh. Waaaahhh, ada istilah baru lagi ne.

Rh itu apa ya?

Asal muasal huruf Rh diadopsi dari nama jenis kera Rhesus yang dipergunakan oleh Landsteiner dan Wiener dalam penelitiannya pada tahun 1940. Kolaborasi penelitian dengan Wiener inilah, Landsteiner menemukan antigen jenis baru sehingga oleh mereka penemuan golongan darah pada kera tersebut dinamakan golongan darah Rh.

Ilmuwan seperti Landsteiner dan Wiener tidak berhenti sampai disini saja. Mereka kemudian melakukan penelitian lanjut pada darah manusia. Disinilah kemudian diungkapkan bahwa antigen Rh yang ditemukan pada kera rhesus, ditemukan pula pada eritrosit manusia.

Golongan darah Rh dibagi menjadi dua, yaitu :
  1. Golongan darah Rh positif (Rh+)
  2. Apabila di dalam eritrosit sobat ditemukan adanya antigen baru tersebut, maka sobat dikatakan bergolongan darah Rh+.
  3. Golongan darah Rh negatif (Rh-)
  4. Apabila di dalam eritrosit sobat tidak ditemukan adanya antigen baru tersebut, maka sobat dikatakan bergolongan darah Rh-.
Menurut penelitian yang sumbernya tidak jelas (tapi insyaallah bisa dipercaya ) bahwa sekitar 85% penduduk di muka bumi ini bergolongan darah Rh+. Jadi cukup beralasan jika saya beropini bahwa golongan darah pada manusia dan hewan (mamalia) yang memiliki eritrosit adalah relatif sama.

Kemampuan pembentukan antigen Rh di dalam eritrosit ditentukan oleh adanya faktor gen dominan R. Orang yang bergolongan darah Rh+ mempunyai susunan genotif RR atau Rr, sedangkan orang yang bergolongan darah Rh- mempunyai susunan genotif rr.

Lalu bagaimanakah kemungkinan pewarisan sifat golongan darah parental kepada filiusnya yang didasarkan pada sistem Rh?
Mudah-mudahan ilustrasi yang saya sajikan pada tabel di bawah ini dapat mempertajam pemahaman sobat.

No.
Parental
Genotif
Gamet
Filius
Golongan Darah
Persentase
1.
Ayah
Rh+
RR
R
Rr
Rh+
100%

Ibu
Rh-
rr
r
2.
Ayah
Rh+
Rr
R, r
Rr
Rh+
50%

Ibu
Rh-
rr
r
rr
Rh-
50%

Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai panduan belajar biologi.


0 comments:

Post a Comment

Kita jalin Silaturrahim dengan mengisi kotak komentar di bawah ini meskipun sepatah dua patah kata...!!!